Ada Rencana Bullying Sadis Dari Elite Klub

Ada Rencana Bullying Sadis Dari Elite Klub

Ada Rencana Bullying Sadis Dari Elite Klub – Liga Super Eropa dipandang lebih kental sebagai gelaran ekspos hegemoni keuangan dibanding kebutuhan sepakbola tersebut. Bekas bintang Manchester United Nicky Butt mengatakan, Liga Super Eropa direncanakan untuk membuat kasus bullying terberat di ranah sepakbola.

The Red Devils ada di 12 team yang terverifikasi jadi sisi dari liga polemis ini, yang selanjutnya jadi amburadul sesudah enam club Inggris memilih untuk mundur selesai memperoleh hujatan keras dari banyak faksi.

Ed Woodward, wakil kepala eksekutif Man United, semenjak kekacauan ESL pada akhirnya memilih untuk menempatkan kedudukannya diakhir musim kelak, sementara si owner Joel Glazer sudah menulis surat terbuka untuk beberapa supporter di mana ia mengaku jika club lakukan kesalahan dalam proposal Liga Super.

Ada Rencana Bullying Sadis Dari Elite Klub

Butt ngomong apa?

“Saya anggap, mohon maaf tidak demikian banyak punya pengaruh jika bisa jujur,” papar Butt ke Sky Sports.

“Saya anggap, apa yang terjadi semestinya tak pernah terjadi.”

“Apa yang terjadi menurut saya ialah kasus bullying terberat dari beberapa orang yang berkuasa. Maka apa mereka mohon maaf atau mungkin tidak, itu betul-betul tidak berkaitan menurut saya,” tegasnya.

Saat ditanyakan perlu waktu berapakah lama untuk beberapa pemilik club untuk memperoleh kembali keyakinan penggemar, Butt menambah: “Saat yang benar-benar panjang, dan saya tidak menyaksikan bagaimana itu dapat. Susah memperoleh keyakinan kembali seorang sesudah rahasiakan suatu hal dalam saat yang benar-benar lama. Ini akan susah, saya tidak paham bagaimana mereka merampas kembali keyakinan itu.”

“Saya anggap, demikianlah langkah beberapa pelaku bisnis ini bekerja. Mereka bekerja dalam bayangan jika Anda menyenangi mereka, dan mereka lakukan apa yang menurutnya betul, tetapi saya anggap hal yang mengagetkannya ialah mereka tidak punyai empati untuk penggemar, yang membuat olahraga ini menjadi luar biasa.”

Baja Juga:  Arsenal Minta Maaf Dan Mundur Dari Liga Super Eropa

“Tanpa penggemar, olahraga ini tidak ada maknanya. Malas mengikut apa yang diharapkan penggemar, dan itu yang paling saya cemaskan.kuatirkan.”

“Maka ini pelajaran buat beberapa orang yang tiba ke negeri ini dan tergabung ke club sepakbola yang punyai kemampuan dan memikir mereka dapat lakukan apa saja yang mereka senang karena mereka ialah pemiliknya dan mereka sangat benar-benar kaya.”

“Dalam beberapa saat paling akhir di negara ini sudah menunjukkan tidak begitu,” pungkasnya.

Tanggapan legenda Man United yang lain

Butt bukan salah satu bekas bintang Man United yang keluarkan kalimat pedas untuk club kecintaannya itu.

Gary Neville menyebutkan semua club yang turut serta di Liga Super ialah “pemulung”, dan menuntut perlakuan selanjutnya selesai informasi pemunduran diri Ed Woodward. Neville mengaku, “tangkai pohon telah raib, dan saat ini silahkan kita mencari akarnya”.

Saat itu, Rio Ferdinand memperjelas jika “benar-benar malu-maluin” apa yang dilaksanakan tim-tim yang menggagas gagasan liga pemberontakan ini, yang ia deskripsikan sebagai “perang dalam sepakbola”.